Headline :
Loading...

ads

Bantimurung : Surga yang Tersembunyi di Sulawesi

Rabu, 17 Februari 2016



Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung adalah sebuah taman nasional kebanggaan di Sulawesi Selatan.

Bagaimana tidak, Bantimurung tidak hanya memiliki panorama dan area yang sejuk, tapi ternyata juga memiliki daerah karst terbesar kedua yang dikenal di dunia yang disebut Rammang-Rammang dan telah dinobatkan sebagai daerah karst terbesar di dunia setelah satu di Cina Selatan-Timur.

Dengan karst seluas 43.750 hektar dan memiliki 286 gua yang meliputi 16 gua pra-sejarah di Kabupaten Maros dan 17 gua pra-sejarah di Pangkep, Kabupaten Tulang yang memiliki air terjun dengan 2 gua di taman nasional ; satu di sisi kiri dikenal sebagai Gua Mimpi (yang memiliki panjang sekira 1 kilometer) dan satu di sebelah kanan dikenal sebagai Gua Batu yang menjadi daya tarik utama Taman Nasional Bantimurung ini. 

Namun, yang paling menakjubkan adalah salah satu karst yang menjulang ke atas menyerupai sebuah tower sehingga ia dikenal dengan tower karst. Semuanya merupakan pahatan-pahatan alam yang sungguh luar biasa.



Nah, dari atas karst itulah mengalir air terjun setinggi sekitar 20 meter dengan lebar 15 meter. Airnya yang jernih dan sejuk terus meluncur dengan derasnya sepanjang tahun. Di bawah cucuran air terjun, terdapat permandian dari landasan batu kapur yang tidak terlalu dalam. Tak heran, pengunjung terkadang lupa waktu ketika berada di tempat ini.

Air terjun yang berada dalam areal Taman Nasional Bantimurung itu awal mulanya dipopulerkan oleh Alfred Russel Wallace, seorang naturalis dan kolektor asal inggris. Pada tahun 1919, ia menjadikan gua mimpi dan gua batu tersebut sebagai daerah konservasi.

Di areal tersebut terdapat sekitar 268 gua. Leang leaputte menjadi gua yang terdalam dengan kedalaman 260 meter sedangkan yang terpanjang adalah gua Salukan Kallang dengan panjang diperkirakan mencapai 27 kilometer. sayang, gua-gua tersebut masih kurang familiar dibandingkan dengan gua batu dan gua mimpi.Menurut sejarah, awalnya gua tersebut adalah tempat bertapa dan kediaman Karaeng Toakala atau raja Bantimurung. Dan salah satu tempat menuju goa terdapat sebuah makam yang di percaya milik raja Bantimurung.

Nah, bagi anda yang ingin menelusuri goa-goa tersebut, bisa meminta bantuan para pemandu lokal sebagai penunjuk jalan sekaligus sebagai seorang narator.

Selain memiliki air terjun yang mempesona, serta goa yang menyimpan sejarah. Kawasan wisata Bantimurung juga menjadi habitat ribuan kupu-kupu dari berbagai jenis spesies loh. Pengunjung dapat menyaksikan indahnya warna-warni kupu-kupu yang beterbangan diantara semak belukar dan bunga-bunga yang cantik. Wow, keindahannya sungguh tak terbayangkan.


Bahkan, Alfred Rassel Wallase, pernah menyempatkan diri tinggal  di kawasan ini selama kurang lebih satu tahun (1856-1857) untuk meneliti 150 spesies kupu-kupu yang tergolong langka itu. Dan penjajah Belanda pernah menjuluki tempat ini  sebagai “Kingdom of Butterfly”.

Demi menjaga kelestariannya, pengelola Taman Nasional Bantimurung mengelola penangkaran kupu-kupu sejak tahun 2005 di areal seluas 2 hektar.

Keanekaragaman pesona alam di Taman Nasional Bantimurung tersebut adalah aset yang perlu untuk tetap dijaga. Partisipasi dan keterlibatan semua pihak adalah faktor utama demi menjadikan Bantimurung tetap lestari.

Lokasi

Berdasarkan letak geografis, Taman Nasional Bantimurung berada sebelah utara kota Makassar, sekitar 50 kilometer dari kota Makassar dan 20 kilometer dari Bandara Hasanuddin,Maros. Tepatnya, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Akses

Obyek wisata Sulawesi Selatan ini dapat dicapai dengan menggunakan angkutan umum (Pete-pete) ataupun mobil pribadi dari Kota Makassar, yang sekira 1 jam perjalanan. Tapi, jika pengunjung mengakses dari Bandara Hasanuddin, perjalanan dapat ditempuh dengan waktu sekitar 30 menit.
Bila anda adalah seorang penggemar wisata alam perbukitan yang memiliki nilai sejarah yang dipadukan dengan pesona air terjun, maka Bantimurung adalah pilihan terbaik dan harus menjadi tujuan wisata anda berikutnya.





0 komentar:

Posting Komentar test