Headline :
Loading...

ads

Begal di Hertasning Baru kembali beraksi

Senin, 22 Februari 2016
Musyarrafah (paling kiri), korban dari aksi begal di Hertasning Baru


Lagi-lagi begal kembali beraksi di depan Masjid Cheng Ho, Jl. Hertasning Baru, Kabupaten Gowa, Minggu (21/2). Kali ini korbannya adalah Wakil Ketua PW Nasyiatul ‘Aisyiyah Sulsel, Musyarrafah.

Aktivis perempuan ini harus meregang nyawa setelah berjuang melawan begal.
Aktivis Nasyiatul Aisyiyah Sulsel, Yusnaeni menceritakan bahwa Musyarafah digonceng temannya menuju rumahnya di Samata-Gowa saat jelang Magrib.

“Ketika berada di depan masjid Cheng Ho, ada motor yang mendekat dan nyaris menyerempet motor kak Musyarrafah. Saat seorang dari mereka berusaha menarik tasnya, ia melawan. Ya, tasnya berhasil dipertahankan, tapi Musyarrafah gagal mempertahankan keseimbangan tubuhnya. Ia jatuh dan kepalanya terbentur jalan,” jelas Yusnaeni.

Dibantu teman yang memboncengnya dan sejumlah warga sekitar, Musyarrafah dibawa ke Rumah Sakit Grestelina, Jl. Hertasning-Makassar.

Namun Musyarrafah akhirnya meregang nyawa.

“Memang kematian adalah takdir, tapi kami sedikit menyayangkan lambannya pihak Rumah Sakit menangani sahabat kami,” sesalnya.

Turut hadir Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel, Dr. KH. Mustari Bosra yang sempat melayat jenazah Musyarrafah di RS Grestelina berharap polisi segera menemukan pelakunya.

“Sudah rahasia umum, kawasan Hertasning Baru adalah daerah yang rawan. Sudah sering terjadi tindak kriminal di jalur tersebut. Pemerintah Kota Makassar maupun Pemkab Gowa mesti bersinergi dengan aparat keamanan, mengamankan jalur tersebut. Kita tidak ingin bertambah korban lagi,” harap Dosen UNM ini.

Turut hadir melayat di RS. Grestelina, Ketua PW ‘Aisyiyah Sulsel, Nurhayati Azis, sejumlah aktivis Nasyiatul ‘Aisyiyah Sulsel, serta puluhan mahasiswa Barru.

Semasa hidupnya, selain aktif di Muhammadiyah, Musyarrafah memang dikenal juga sebagai salah seorang aktivis organisasi daerah mahasiswa Barru.

0 komentar:

Posting Komentar test