Headline :
Loading...

ads

Ini dia hasil "Blusukan" Risal di Manggala

Senin, 11 April 2016


SuaraMakassar.com - Direktur operasional Perusahaan Daerah Terminal Kota Makassar Risal Asjahad Rahman dalam kunjungannya di Kecamatan Manggala menyempatkan dirinya untuk minum kopi di warkop kerabat Jalan Perumnas Antang kecamatan Manggala siang tadi. Senin (11/4/16).

"Selain ingin melihat langsung bagaimana kondisi kecamatan manggala, saya selaku Dirops di PD terminal tentu kunjungan saya ke Kecamatan Manggala bukan hanya sebatas karena ingin melihat keadaan Manggala, namun kunjungan saya tersebut sangat erat hubungannya dengan PD Terminal" ungkap Risal.

"Jumlah penduduk Manggala yang semakin pesat karena banyaknya jumlah penduduk yang masuk dari beberapa wilayah di Sulawesi Selatan yang masuk tinggal di Kecamatan Manggala baik untuk menetap ataupun hanya sebatas tinggal sementara saja membuat saya berpikir bahwa salah satu sebab maraknya kendaraan penumpang yang berplat hitam sangat eratnya dengan wilayah yang penduduknya padat dan Kecamatan Manggala adalah salah satu wilayah kecamatan di mana banyaknya bangunan kompleks atau perumahan yang terbangun di wilayah tersebut, kemudian sekitar 90% yang menjadi warga perumahan tersebut adalah warga dari berbagi daerah" ungkap Risal.

Dan berdasarkan peninjauan kami beberapa hari ini memang Kecamatan Manggala sebagian warga pendatang yang masuk berdomisili atau menetap itu berasal daerah bagian bawah  sebagian penduduk tersebut,kemudian bagi warga yang tidak memiliki kendaraan pribadi pada saat ingin mudik atau ingin ke kampung untuk menengok keluarganya mereka lebih memilih memakai kendaraan penumpang yang berplat hitam daripada harus memakai kendaraan yang berplat kuning" ungkap Risal.

"Saya punya istri orang bugis dan beberapa tetangga saya juga orang bugis dalam sebulan kami sering ke kampung menengok keluarga,kami tidak pernah merasa kesulitan untuk mendapatkan kendaraan penumpang untuk kami tumpangi untuk berangkat ke kampung kami cukup menelpon sopirnya untuk jemput di alamat kami,demikian juga keluarga kami setiap keluarga kami jika ingin mengunjungi kami" ujar Roni(40), salah satu  warga kecamatan Manggala.

Beberapa alasan para warga lebih memilih kendaraan berplat hitam daripada mobil penumpang yang berplat kuning salah satunya adalah sektor pelayanan antar jemput tanpa mengeluarkan biaya transportasi seperti pete-pete dan ojek di mana akses pete-pete untuk ke terminal bagi warga manggala itu tidak harus berpindah kendaraan lagi untuk ke terminal, kemudian bukan cuma hanya pelayanan antar jemput saja tetapi jadwal berangkatnya pun itu tergantung dari penumpang.

"Selama beberapa hari perjalanan saya di Kecamatan Manggala, saya banyak mengambil tempat atau di warkop dimana tempat tersebut saya coba mencari tahu apa sebabnya masyarakat lebih memilih kendaraan berplat hitam daripada yang berplat kuning dan saya pun sendiri sudah mendapat jawaban masyarakat perihal pengguna kendaraan berplat hitam tersebut." ungkap Risal. (r/sm)

0 komentar:

Posting Komentar test