Headline :
Loading...

ads

Saat di Jerman, Jokowi jelaskan eksekusi mati bandar narkoba

Rabu, 20 April 2016
Presiden Jokowi bertemu Presiden Jerman Joachim Gauck, Senin, 18 April 2016. (setkab.go.id)

SuaraMakassar.com - Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan dengan Presiden Republik Federal Jerman, Joachim Gauck, di Kantor Presiden Republik Federal Jerman, Senin, 18 April 2016, kemarin. Dalam kesempatan itu, Jokowi berbicara mengenai hukuman mati terkait kasus kasus narkoba.

Jokowi meminta agar Jerman memahami situasi Indonesia yang saat ini dalam kondisi darurat narkoba. Sehingga, hukum yang berlaku harus ditegakkan secara tegas.

"Sekitar 40-50 warga Indonesia meninggal setiap hari akibat penggunaan narkoba," kata Jokowi seperti dikutip dari situs Sekretariat Kabinet, setkab.go.id, Selasa, 19 April 2016.

Jokowi menegaskan bahwa hukuman mati masih menjadi bagian hukum positif di Indonesia. Meskipun demikian, mantan Gubernur Jakarta itu menjamin bahwa pelaksanaan dilakukan dengan sangat hati-hati dan hak-hak hukum terpidana dijamin secara penuh.

Dalam pertemuan itu, Jokowi didampingi oleh Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, serta Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Setelah dari Jerman, Jokowi lalu mengunjungi Inggris.

Sejauh ini, pemerintah Indonesia sudah melaksanakan eksekusi mati tahap pertama dan kedua terhadap terpidana narkotika dan juga kejahatan berat lainnya. Untuk tahap ketiga kabarnya akan dilakukan tahun ini.(v)

0 komentar:

Posting Komentar test