Headline :
Loading...

ads

Bersengketa dengan TNI, Aksi Tertib Mahasiswa dan Warga Bara-Baraya Tuai Hasil

Jumat, 17 Maret 2017
 
SuaraMakassar.com, Makassar – Aksi solidaritas yang mengatasnamakan “Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat (AMM) Bara-Baraya Bersatu” kembali melakukan demonstrasi dan rapat dengar pendapat (RDP) di kantor BPN Kota Makassar terkait adanya sengketa tanah antara warga bara-baraya dengan pihak TNI Angkatan Darat (AD), yakni Kodam VII Wirabuana.

Aksi ini berlangsung dengan tertib dan dikawal baik oleh pihak kepolisian, peserta aksi dilengkapi atribut pita putih bertuliskan “savebara-baraya” dan “saveablam” yang kemudian di ikatkan dikepala sebagai identitas bersama sehingga terkodinir dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Adapun aspirasi yang disampaikan dalam selebaran pernyataan sikap, antara lain :

1. Menolak segala bentuk intimidasi yang dilakukan pihak TNI, baik secara fisik maupun nonfisik.

2. Menegaskan kepada seluruh elemen pemerintahan yang berkongsi dengan TNI agar menghentikan perampasan tanah rakyat.

3. Bongkar, tangkap, dan adili mafia tanah.

4. Kepada seluruh pihak, terutama TNI agar menghormati proses hukum. Sebab negara ini negara hukum, bukan negara kekuasaan.

5. Meminta kepada seluruh pihak pemerintahan yang berwenang, agar segera bertanggung jawab dan tidak mendiamkan persoalan yang sedang terjadi.
Setelah kurang lebih 3 jam menyampaikan aspirasi sembari menunggu hasil negosiasi dari perwakilan massa aksi bersama dengan pihak BPN Kota Makassar. Maka ada 3 poin kesepakatan yang terjalin dalam rapat dengar pendapat (RDP) antara lain  :

1. BPN dalam hal ini berjanji akan melakukan pengkajian lebih mendalam dan terbuka terkait kirsruh ini.

2. Bagi warga yg tinggal diatas tanah SHM No. 4 dan memiliki AJB akan ditindak lanjuti oleh pihak BPN. 

3. Akan ada penyampaian dari BPN ke pihak pangdam VII Wirabuana bahwa tanah ini sebagian sudah dijual oleh ahli waris kepada warga.

"Karena status ini sudah hak warga berdasar akte jual beli, maka pihak Pangdam VII Wirabuana tidak berhak lagi menggugat atau mengambil tanah warga" ujar muhammad ali husain sebagai jendral lapangan.
Diketahui sebelum melakukan aksi di kantor BPN Makassar, Massa “AMM Bara-Baraya Bersatu” telah melakukan beberapa gerakan antara lain melakukan mimbar demokrasi, longmarch, demonstrasi dan RDP di Gedung DPRD Provinsi Sulsel, Polda Sulsel dan Gubernur Sulsel perihal menuntut keadilan atas tanah bara-baraya.

Kontributor : Imaduddin

0 komentar:

Posting Komentar test