Headline :
Loading...

ads

MENUJU KOTA DUNIA TANPA LAYANAN ONLINE, BISAKAH ?

Senin, 10 April 2017

SuaraMakassar.com - Transportasi adalah jantung kemajuan sebuah perkotaan. Semakin lancar sebuah transportasi maka itupula tanda pertumbuhan ekonomi juga semakin pesat.

Beberapa tahun terakhir Indonesia kedatangan "tamu" dalam proses pengembangan dunia transportasinya yakni kehadiran beberapa aplikasi layanan transportasi online.

Tapi tidak semua menyambut dengan baik "tamu" tersebut. Bahkan yang sempat panas akhir ini adalah beberapa armada transportasi konvensional bersatu melakukan penolakan terhadap kehadiran layanan online tersebut.

Menyikapi kejadian tersebut, hari ini SuaraMakassar berkunjung ke kediaman salah satu pemilik layanan transportasi online lokal bernama PRO-JEK.

"Masyarakat kita kalau mau disebut masyarakat kota dunia, harus pula mengikuti apa yang sedang berkembang pada global saat ini." tegas Rusdi, CEO PRO-JEK
Rusdi, CEO Pro-Jek

Ditanya lebih lanjut soal dampak akan dibuatnya aturan pelarangan layanan transportasi online, sungguh jauh diluar harapannya.

"Ya bagaimana masyarakat mau berkembang dari sisi transportasi, justru pemerintah harus mendukung, terutama kami ini selaku pesaing lokal.

Coba bayangkan, dengan adanya layanan transportasi online ini seseorang yang tidak punya toko pun bisa jualan hanya dengan modal klik dan ada profit disana, konsumen pun dari rumah juga sama. Terus kalau ini dimatikan bagaimana usaha mereka dan pengembangan transportasi kita ?."

PRO-JEK merupakan aplikasi layanan transportasi online lokal ciptaan anak bangsa yang telah berjalan di 3 kota, Padang, Yogyakarta dan Makassar. Di Makassar sendiri sebelum dilaksanakan Grand launching sudah tercatat 120 driver yang siap melayani masyarakat Kota Daeng ini.

"Tapi melihat adanya beberapa konflik dengan beberapa kompetitor besar kami, dan kemarin pun para pemegang saham juga sudah sepakat, maka untuk sementara PRO-JEK kami pending dulu sampai aturan dari pemerintah tentang masalah ini dikeluarkan." jelas Rusdi.

"Kami sudah siapkan beberapa Exit Strategy untuk kemungkinan yang akan terjadi, termasuk berkomunikasi dengan beberapa perusahaan transportasi yang sedang "mati suri" untuk bekerjasama.." tutupnya

Reporter : Ahmad & Mario

0 komentar:

Posting Komentar test