Headline :
Loading...

ads

Suatu Senja di Danau Tunggu Pampang

Kamis, 06 April 2017
SuaraMakassar.com - Melintas dijalan arteri yang menghubungkan daerah Toddopuli dengan Antang, kita akan lalui jalanan yang berada di samping waduk. 

Waduk ini diberi nama Waduk Tunggu Pampang. Pengelolaannya dibawah Pengendalian Sumber Daya Air Sulsel dan Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang.
 
Luas Danau adalah 36 ha dengan kedalaman 3 m, dapat menampung air sekitar satu juta kubik.
 
Melewati jalan di sisi danau di senja hari terasa berbeda dibanding dengan waktu pagi dan siang hari apalagi hari hari libur. Rasanya kita berada dalam kawasan wisata air dengan pemandangan yang sungguh menakjubkan. Pemandangan air waduk yang tenang, dan pantulan cahaya matahari senja yang hampir tenggelam, membuat pengendara menghentikan sejenak kendaraannya untuk menikmati suguhan alam yang mempesona.
 
Disekitar waduk berjejer orang orang memancing, jogging, serta beberapa nelayan menyebar pukat dan jala mereka.
 
Keindahan ini terasa nikmat kala menikmati kelapa muda di kedai ibu Sohrah yang berada di sisi utara waduk.
 
Hampir setiap sore terlihat orang-orang dengan berbagai usia berada di sisi utaranya. Ada yang datang untuk memancing, ada pasang muda-mudi, yang berolah raga, ada nelayan, pedagang ikan hasil dari nelayan, ada yang singgah untuk melepas kepenatan sambil menikmati keindahan serta dari berbagai latar belakang motivasi.
 
Seperti kata pepatah ada gula ada semut, ada pengunjung ada yang jualan. Berbagai jualan juga melengkapi fasilitas danau ini walupun sebenarnya adalah fasilitas dadakan. Berbagai gerobak makanan berjejer kurang rapi di sisi danau. Ada pula penduduk sekitar membuka kedai kopi, es kelapa, dan warung kapurung.
 
Potensi keindahan Waduk Tunggu Pampang setidaknya sedini mungkin pemerintah kota Makassar bekerja sama dengan otoritas pengelola Waduk untuk secepatnya menata lokasi ini agar tidak menjadi kumuh, dan dapat dijadikan kawasan wisata air yang bisa dijadikan alternatif dari Pantai Losari. Namun demikian ada 5 hal yang bisa menjadikan kawasan ini menjadi kurang menarik antara lain:
 
- Gerobak Makanan yang berjejer seenaknya 
 
 
- Adanya kawasan danau yang masih berupa daratan (konon belum dibebaskan dan masih milik masyarakat) berpotensi menjadi penyebab pendangkalan waduk.
 
- Adanya satu rumah di pinggir danau dijadikan tempat penampungan dan pencucian plastik bekas. Bisa jadi cikal bakal berjamurnya rumah-rumah dipinggir danau yang nantinya menutupi danau.
 
- Jembatan yang berada di ujung jalan Toddopuli belum selesai seakan akan dilakukan pembiar, dan tetap terbengkalai serta berpotensi membuat pengendara mengalami kecelakaan.
 
- Pemancing yang berderet di pinggir danau.
 
Saatnya kita menyelamatkan potensi daerah ini agar Makasar Tidak Rantasa.

0 komentar:

Posting Komentar test