Headline :
Loading...

ads

Waduk Tunggu Pampang, Tingkatkan Ekonomi Warga Sekitar

Senin, 10 April 2017
Keberadaan Waduk Tunggu Pampang membuat warga sekitarnya meningkatkan taraf ekonominya. Keluarga Ima misalnya beralih dari buruh bangunan menjadi nelayan sejak dibangunnya waduk ini hingga sekarang. 
 
"Awalnya tahun 2001 waktu tempat ini dibangun, saya sekeluarga menjadi nelayan di tempat ini. Sekarang saya mencoba untuk menjadi pedagang ikan dengan menjual hasil tangkapan anak saya dan beberapa nelayan lain yang ada di tempat ini," ujar Ima sambil memperlihatkan jualan ikan mujairnya.
 
Menurut Daniel (22 tahun), ia mendapat ikan mujair dari pukatnya 15 sampai 20 ikat setiap harinya. Seikat dijual dengan harga Rp. 15.000. Setidaknya ada beberapa nelayan seperti Daniel yang mengais rejeki di waduk ini.


Selain itu, Sohrah yang berdagang kelapa muda si sisi utara waduk, mampu menjual kelapa muda rata-rata 500 biji setiap minggunya.
 
Suaminya juga menjual sayur-sayuran hasil tanaman sayurnya sendiri di pinggir danau.
 
Dari pengamatan suara Makassar di sekitar waduk beberapa kios menjual berbagai makanan, diantaranya warkop, jagung rebus, mie bakso, bahkan ada warung kapurung, dan beberapa gerobak berjejer disekitar danau. Beberapa juga pemilik rumah penduduk sementara melakukan renovasi untuk buka jualan.
 
Di sisi timur berdiri property berupa perumahan cluster dengan harga antara Rp. 800 juta hingga Rp. 1 milyar. Harga tanah sekitar pinggir danau antara Rp. 2 juta sampai Rp. 3 juta per m2. Bandingkan saat masih berbentuk rawa, orang enggan untuk tinggal di daerah ini.
 
Keberadaan danau serta dibukanya akses jalan menghubungkan daerah Toddopuli, Borong, dan Antang mampu meningkatkan perekonomian warga sekitar.

Reporter : Ahmad

0 komentar:

Posting Komentar test