Headline :
Loading...

ads

Dee Food: Industri Rumahan Produksi Bumbu Khas Makassar

Kamis, 18 Mei 2017
SUARAMAKASSAR.COM-Mau menikmati masakan khas Makassar buatan sendiri, bisa. Saat ini sangat mudah, Anda tak perlu ke warung atau rumah makan. Dee Food telah menyediakan bumbu siap saji khas Makassar.

Misalnya lagi ingin makan sop saudara, tinggal beli daging, bumbunya sudah siap. Anda tinggal menyediakan bahan-bahan dari jenis menu yang diinginkan, lalu olah sendiri di rumah. Dengan mudah, bisa menikmati makanan sesuai selera.

Kalau mau berlibur atau bepergian lama jangan lupa bawa bumbu ini, sebab boleh jadi, saat rindu makanan khas Makassar, Anda tak perlu repot.
 
Ada beberapa produksi bumbu yang dijual dipasaran. Macam-macam bumbu tersebut antara lain, coto, palu basa, konro, sop saudara, topalada, kari, kanre sanggara (nasi goreng). Selain khas makasssar ada juga bumbu lainnya, seperti rendang, dan gado-gado.

Dee Food adalah bumbu produksi rumahan milik Endang Purnamawaty (Endang). Lokasi tempat usahanya di pasar Sungguminasa Gowa Sulsel.
Awalnya Endang memproduksi dan menjual berbagai macam bumbu di pasar Sungguminasa. Usaha bumbu miliknya dirintis sejak sepuluh tahun lalu.

Tahun 2015 lalu ia masuk anggota di Inkubator Poltek ATI Makassar. Di sini Endang diberi bimbingan bagaimana mengemas produksinya dengan baik sehingga bisa tahan lama dan di jual ke berbagai daerah di Indonesia.

Dengan semangat dan modal seadanya Endang mencoba mengembangkan usahanya dan memberi merek Dee Food. Sampai saat ini, ia telah mengeluarkan dana sekitar Rp. 50 juta.

"Saya melakukan kemasan yang bagus begini dan memberinya merek dagang Dee Food sejak menjadi anggota di Incubator di Poltek ATI Makassar." kata Endang saat ditemui di arena Pameran UKMK di Hotel Clarion beberapa hari lalu.

Dengan dukungan 4 orang karyawan, saat ini usaha bumbu Dee Food sudah menghasilkan omzet Rp. 5 juta per bulan.. Buyer berasal dari ibu-ibu rumah tangga dan pengusaha makanan. Pelanggannya tidak hanya di Makassar bahkan ada dari Surabaya, Denpasar, dan Jakarta yang rutin pesan setiap bulannya. "Banyak pesanan tapi kendala modal yang masih kurang dan fluktuasi harga bahan baku. Jadi bertahan saja dulu dengan produksi saat ini. Beberapa pasar swalayan yang minta untuk disupplay, namun belum bisa kami penuhi," ujarnya.

"Banyak juga orang rantau kalau datang ke Makassar, jadikan Dee Food ini sebagai oleh-oleh," kata Endang.

Perusahaan lokal yang orientasi pasarnya nasional bahkan eksport seperti Dee Food, wajib pemerintah mensupportnya.Tanpa dukungan dari pemerintah, maka usaha produktif seperti ini akan stagnan. Dee Food adalah salah satu contoh industri kreatif Sulawesi Selatan yang berpotensi ekspor dan butuh dukungan serius dari Pemerintah Daerah Sulawesi Selatan. "Saat ini kami butuh bantuan pemerintah untuk dipromosikan produksi saya. Kalau ada pameran baik nasional maupun ke manca negara agar saya diikutkan," pintanya.
(ahmad)

0 komentar:

Posting Komentar test