Headline :
Loading...

ads

Indonesia Smart City Summit 2017 di Makassar

Selasa, 23 Mei 2017


Kota Makassar terpilih sebagai tuan rumah "Indonesia Smart City Summit 2017" dalam rangka pencanangan gerakan menuju 100 smart city, dimulai pada pembukaan di Four Point by hotel Sheraton Makassar. Senin (22/5)

Kegiatan ini dihadiri dan  ditandatangani MoU kerjasama dari 25 Kota terpilih dari hasil assesor yang terdiri dari para akademisi, pemerintahan, dan praktisi TI melakukan assesment. 25 Kota Tersebut antara lain :

Kota Jambi, Kota Makassar, Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Siak, Kabupaten Banyuasin, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Purwakarta, Kota Bandung, Kota Bekasi, Kota Bogor, Kota Cirebon, Kota Sukabumi, Kabupaten Sleman, Kota Semarang, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Gresik, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Badung, Kota Singkawang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kota Samarinda, Kota Tomohon, dan Kabupaten Mimika.

Walikota Makassar, Moh. Ramdhan Pomanto mengucapkan terimakasih kepada kementrian yang memilih Makassar sebagai lokasi yang tepat dalam pelaksanaan kegiatan ini. "Kami ucapkan terimakasih, Makassar adalah kota yang jika kita analogikan sebagai tubuh manusia, maka dia adalah pusatnya Indonesia. Kalaupun salah, paling tidak sedikit berada di bawah sedikit," katanya.


 Danny, sapaan akrab Walikota Makassar menambahkan bahwa Pemerintah Kota Makassar memiliki model smart city yang sedikit berbeda. Karena menurut pandangan Danny jika hanya sebuah smart city tidak cukup membuat daerahnya bisa unggul. “Smart city adalah hardware yang membuat semua daerah sama. Akan tetapi di Makassar, Danny mengatakan juga membutuhkan heartware yang akan menjadi pembeda sehingga muncullah istilah sombere and smart city” Ungkapnya.

 Dalam pemamparan lain, Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany yang juga Ketua Asosiasi Pemerintah Kota mengatakan siap melaksanakan sistem Smart City.  "Walaupun baru 25 kota yang bekerjasama, seperti target pemerintah pusat 2019 ada 100 kota yang akan terapkan sistem Smart City. Kami siap untuk itu, Smartcity bukan pilihan, tapi keharusan" ujarnya.


Target KemKominfo tahun 2017 ini sebanyak 25 kota/kabupaten, selanjutnya 50 pada tahun 2018, dan 25 pada tahun 2019. Diharapkan pada tahun 2019 terdapat 100 kota/kabupaten yang menjadi role model dalam implemntasi program smart city. Program ini ditujukan untuk memperkuat peran ICT sebagai enabler di semua pilar smart city dalam menciptakan ekosistem smart city, khususnya pada sektor strategis yang dimiliki oleh masing-masing daerah.

Pelaksanaan kegiatan ini juga dilakukan sebagai tindak lanjut penerapan Peraturan Menteri Kominfo Nomor 14 tahun 2016 tentang Pedoman Nomenklatur Perangkat Daerah Bidang Komunikasi dan Informatika yaitu salah satu fungsi organisasi perangkat daerah (OPD) di bidang komunikasi dan informatika yaitu menyelenggarakan sistem informasi smart city. Dengan demikian diharapkan peran seluruh OPD bidang komunikasi dan informatika di seluruh kota/kabupaten sebagai leading sector dalam mengimplementasikan smart city dan bekerja sama dengan Kemendagri, Kementerian PAN & RB, Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian PU & PR, Kantor Staf Presiden serta Kompas Gramedia.

Di tempat yang sama, Danny  memaparkan beberapa program Smart City Pemkot Makassar. Antara lain War Room, Student Smart Card, Bank Sampah, Pantauan keamanan berbasis drone, Laporan Ketua Rt RW melalui aplikasi Whats App, Makassar F8, Home Care Telemedicine, E-Kelurahan, E-Puskesmas, E-Goverment, TPA Bintang Lima, Lorong Garden, Pete-Pete Smart.

Kontibutor  : Imad

0 komentar:

Posting Komentar test