SUARAMAKASSAR.COM-TANJABBAR – Proyek pembangunan jalan rigit beton di Desa Sungai Keruh, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi yang baru saja selesai dikerjakan, kini menjadi sorotan.
Jalan yang baru seumur jagung justru mengalami kerusakan berupa retakan yang cukup signifikan.
Proyek yang bernama "Peningkatan Jalan Produksi Pertanian Kawasan Tebing Tinggi" ini, dengan nomor kontrak 03/PKS-PISEW/Cb651/2025, baru saja diresmikan pada 31 Desember 2025. Namun, pantauan di lapangan menunjukkan bahwa jalan sepanjang 222,36 meter dengan lebar 4 meter ini sudah mengalami retak di beberapa titik.
Menurut keterangan warga setempat, retaknya jalan ini sangat disayangkan. "Padahal jalan ini baru selesai dibangun, tapi sudah retak. Kami khawatir ini akan semakin parah kalau tidak segera diperbaiki," ujar seorang petani yang enggan disebutkan namanya.
Proyek ini sendiri menelan anggaran sebesar Rp 500.000.000 (Lima Ratus Juta Rupiah) yang bersumber dari APBN. Dengan anggaran yang cukup besar, kualitas pengerjaan jalan ini pun dipertanyakan.
Pihak terkait, termasuk Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan Jambi serta Satuan Kerja Pelaksanaan Cipta Karya Provinsi Jambi, diharapkan segera mengambil tindakan untuk melakukan investigasi dan perbaikan.
Masyarakat berharap agar jalan ini dapat segera diperbaiki agar aktivitas pertanian dan perekonomian di kawasan Tebing Tinggi tidak terganggu.
Pembangunan jalan ini merupakan bagian dari program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi (PISEW) yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui perbaikan infrastruktur.
Namun, jika kualitas pengerjaan tidak diperhatikan, tujuan tersebut sulit untuk dicapai.


Social Header