SUARAMAKASSAR.COM,-Tanjab Barat, - Proyek pembangunan ruang kelas baru di SDN 154 Tanjung Jabung Barat, tepatnya di Desa Lampisi, Kecamatan Renah Mendaluh, menuai sorotan tajam dari masyarakat. Pasalnya, papan informasi proyek yang seharusnya transparan justru menyimpan misteri besar: tidak adanya informasi mengenai jumlah dana yang dialokasikan.
Papan proyek yang terpampang hanya mencantumkan informasi umum seperti jenis kegiatan ("Pembangunan Ruang Kelas Baru"), lokasi, volume pekerjaan ("1 Paket"), sumber dana (APBD-P 2025), serta nama pelaksana dan konsultan pengawas. Ketiadaan informasi anggaran ini menimbulkan tanda tanya besar di benak warga.
"Bagaimana kami bisa mengawasi proyek ini kalau dananya saja tidak jelas? Ini seperti membeli kucing dalam karung," ujar seorang tokoh masyarakat Desa Lampisi yang enggan disebutkan namanya. (19/11/2025)
Ketidakjelasan ini memicu keraguan publik terhadap kejujuran kontraktor, CV. Putra Prayoga, dalam melaksanakan proyek tersebut. Warga khawatir, tanpa transparansi anggaran, potensi penyimpangan dan praktik korupsi akan semakin besar.
"Kami tidak ingin proyek ini menjadi bancakan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Kami menuntut transparansi penuh dari pihak-pihak terkait," tegasnya.
Direksi proyek yang diemban oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanjung Jabung Barat juga tak luput dari sorotan. Masyarakat mempertanyakan, mengapa dinas terkait membiarkan papan informasi proyek dipasang tanpa mencantumkan informasi anggaran yang seharusnya menjadi hak publik untuk mengetahui.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan maupun CV. Putra Prayoga terkait ketiadaan informasi anggaran pada papan proyek tersebut. Masyarakat Desa Lampisi berharap, pihak-pihak terkait segera memberikan penjelasan yang transparan dan akuntabel, demi menjaga kepercayaan publik dan memastikan proyek pembangunan ruang kelas baru ini berjalan sesuai dengan harapan.


Social Header