Breaking News

Serangan ke Fasilitas SPPG Karawang Dikecam, Pengacara Erles Rareral Minta Polisi Segera Tangkap Seluruh Pelaku

SUARAMAKASSAR.COM,-Jakarta – Insiden penyerangan terhadap fasilitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kawasan Klari, Karawang, Jawa Barat, menuai kecaman keras dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari pengacara internasional kondang asal Jakarta, Erles Rareral, SH, MH, yang mendesak aparat penegak hukum agar segera menangkap seluruh pelaku dan memprosesnya secara tegas sesuai hukum yang berlaku.

Peristiwa yang terjadi pada Selasa malam, 17 Maret 2026, disebut sebagai tindakan brutal yang tidak hanya mengancam keselamatan petugas, tetapi juga merusak fasilitas pelayanan publik yang berhubungan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat.

Erles Rareral menilai, aksi kekerasan bersenjata tajam di lingkungan layanan publik tidak bisa ditoleransi dengan alasan apa pun, termasuk bila dipicu oleh masalah pribadi atau konflik keuangan.

“Ini adalah tindakan pidana serius. Aparat penegak hukum harus bertindak cepat, tegas, dan tanpa pandang bulu. Semua pelaku harus segera ditangkap, apalagi ada unsur kekerasan, perusakan, dan penggunaan senjata tajam yang membahayakan nyawa orang lain,” tegas Erles Rareral, SH, MH, di Jakarta, Jumat (20/3/2026).

Menurut Erles, kejadian tersebut tidak bisa dianggap sebagai persoalan sepele karena telah masuk ke ranah kriminal berat. Selain menyerang petugas keamanan, pelaku juga diduga merusak fasilitas negara dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

“Kalau benar pelaku sampai mengejar korban, merusak pintu, lalu melakukan penyerangan hingga menyebabkan luka, maka itu jelas merupakan perbuatan melawan hukum yang harus diproses secara maksimal. Negara tidak boleh kalah oleh aksi premanisme dan kekerasan semacam ini,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa siapa pun yang melakukan penyerangan terhadap fasilitas publik harus mendapat hukuman setimpal agar menjadi pelajaran bagi pihak lain.
“Jangan beri ruang sedikit pun bagi pelaku kekerasan di fasilitas pelayanan masyarakat. Penegakan hukum yang tegas penting untuk memberi efek jera dan menjaga wibawa negara di mata publik,” katanya.

Sama diketahui, kejadian tersebut bermula ketika dua orang pelaku datang menggunakan sepeda motor dan mendatangi petugas keamanan yang sedang berjaga di fasilitas SPPG. Adu mulut kemudian terjadi dan berkembang menjadi tindakan kekerasan. Salah satu pelaku diduga mengeluarkan senjata tajam dan menyerang korban.

Dalam upaya menyelamatkan diri, korban berlari ke dalam ruangan loker relawan. Namun pelaku terus mengejar, merusak pintu hingga jebol, dan masuk ke ruangan tersebut. Akibat kejadian itu, korban mengalami luka-luka akibat serangan dan serpihan kaca yang pecah.

Selain menimbulkan korban luka, aksi tersebut juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas penunjang operasional SPPG. Informasi yang beredar menyebutkan, kejadian itu diduga memicu percikan uang setoran sepeda motor senilai sekitar Rp12 juta.
Pihak kepolisian yang datang ke lokasi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan satu orang pelaku.Sementara satu pelaku lainnya masih dalam izin aparat.

Menyanggapi hal itu, Erles Rareral meminta kepolisian bergerak cepat agar seluruh pihak yang terlibat dapat segera dipertanggungjawabkan secara hukum.
"Polisi harus memburu pelaku yang masih kabur. Jangan sampai ada pembiaran. Semua yang terlibat, baik pelaku utama maupun yang ikut membantu, harus diperiksa dan diproses sesuai ketentuan hukum pidana," tandasnya.

Ia juga mengapresiasi langkah Badan Gizi Nasional (BGN) yang akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan di seluruh fasilitas SPPG di Indonesia.

Menurutnya, penguatan sistem pengamanan menjadi langkah penting agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan aman dan optimal.

“Fasilitas seperti SPPG ini mencakup kepentingan masyarakat luas, sehingga negara wajib hadir memberi perlindungan penuh. Keamanan petugas dan keberlangsungan layanan harus menjadi prioritas,” pungkas Erles.

Pasca kejadian, kondisi di lokasi dilaporkan telah kembali kondusif. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) disebut tetap berjalan normal dengan pengawasan keamanan yang kini diperketat.

© Copyright 2022 - suaramakassar.com